Tuesday, December 28, 2010

Silent shining night

Last night I went to Shining Light’s home. Well for those who don’t know who Shining Light is, he was the love of my life, my life partner. Well in other cheesy and trashy word, he was my ex boyfriend. Ah, how I hate the word of boyfriend. It sounds so cheap as hell. “Dia cowok gue”, “Dia pacar gue”. I hate saying those words.

That’s why I prefer “Lover” to “Boyfriend”.

Okay anyway… Seeing him again right now, just reminds me how much I loved him, how much he meant to me, how much he changed my life, how he rocked my days. Well I’m not bragging here, but really, he changes me, a lot.

I was such a bitch. A fucking bitch. It doesn’t mean that I love walking around naked or wearing sexy clothes, or fuck any guys I met or something like that. I just love to judge people, such as: clubbers are brainless, alcohol just for butthead, and many shitty thoughts like that. But he widened my point of view, made me think that some things that I don’t like are not bad, not always bad. People do bad things because of their reasons, maybe it’s not right, but they have the reasons that we barely even know.

It’s true that we broke up, we separated, and we are not an item anymore. He’s not my life partner anymore, but he always is my Shining Light.

When we were at the car, listened to Brandon Flowers’ song, I thought I would apologize, said sorry for being such a jerk for a very long time. But until we arrived at my home, and he was about to go, I have no courage, I have no gut at all to say sorry. Haha, am I gonna be pathetic for the rest of my life?

At the end of that pretty and silent night, he said “Terima kasih buat semuanya, dan maaf buat semuanya,”

And I just could reply, “Maaf juga untuk semuanya,”

Damn, why on earth he always knows what words I want to hear and what I want to say? He said that he knows what I'm made of. Hmm, maybe it's true...

I can’t say thank you to you Shining Light, but I will someday when we meet again.

Thank you for all the shining lights given to me.










Look back in silence
The cradle of your whole life
There in the distance
Losing its greatest pride
Nothing is easy, nothing is sacred, why?
Where did the bow break?
It happened before your time

And there were people there

Lovely as you'd ever care
Tonight, baby, you can start again
Laughing in the open air
Have yourself another dream
Tonight, baby, we can start again

Only the young can break away, break away

Lost when the wind blows, on your own
Only the young can break away, break away
Lost when the wind blows, on your own

(Brandon Flowers, Only the Young)

Sunday, December 12, 2010

meracau ngalor ngidul

Ah damn, still awake until now, in the middle of the night. Is it because I overslept today? I woke up at 3 pm today, muahahahaha... Does hypersomnia count as weakness? But for me it's a bliss in disguise, really, I mean it. I do mean it. Nice could fall asleep for hours, very long hours and wake up and feel numb.

Setelah berbulan2 gw gak pernah buka YM dan buka imel yahoo, akhirnya selama beberapa minggu terakhir gw mulai aktip dan eksis di dunia maya. Kenapa? Gak kenapa2 sih, gak kangen atau gimana juga, just wondering what's happening out there in cyber world. Dan banyak yang pada nyapa "tumben onlen". Yang selalu gw jawab "Kagak, onlen mulu koq gua". Dan jelas2 itu tipu. Gak tau kenapa, tapi males aja gw jelasin kenapa dulu gw males onlen, dan kenapa sekarang gw onlen. It's none of their business, at all...

Ada kejadian yang gak enak minggu ini, yang bikin gw pengen teriak "uasu tenan sampeyaaaaaan", tapi ada beberapa kejadian bagus juga, seperti ketemu cowok super manis di bis patas enam yang desek2an, dibeliin sate ayam sama bapak pas gw lagi ngidam banget, dan tadi gw makan satu batang coklat cadbury dairy milk buat perbaikin mood yang sempet rusak. Ngemut2 coklat itu sambil bengong emang enak abis. Rasa manisnya tuh kyaq kalemin otak...

Gak rusak2 banget sih mood gw, cuma rusak banget! Tapi belum segitunya, I've been through the worse one, and I know I could get through this one. Screw you, suckers!

In the end, after all you've been through, you'll realize what you need is someone who give you comfort. I need my comfort zone, I need something that soothing and comforting and calming at the same time. Where is it, what is it, where is it, what is it?

It's tiring, exhausting, knowing that everything could fall to pieces, could vanish in a blink of the eyes, knowing that we can not depend on something (I know we could only depend on God, but I want something that my eyes could see, my skin could touch, my ears could listen, not just my heart could feel or my faith could believe).

*nulis postingan sambil ditemenin lagunya Raul Midon yang keep on hoping.
(bagus banget dah nih lagu, kagak pernah bosen menghantui gw dari dulu. mas Midon, mas Mraz, tolong dong kalo bikin lagu jangan kyaq gini amat, miris tau dengernya. Walaupun nada sok2 diceriain, tapi tetep lirik menyayat, syehhhh...)

Need pause button, not rewind nor fast forward nor stop. Just pause. Pause pause pause pause pause pause pause


Saturday, December 11, 2010

Determinasi si Panda

Di kantor gw, walaupun bukan di departemen gw sendiri, gw dipanggil Panda. Yeah panda. Panda si beruang hitam putih. Gw gak ngerti kenapa gw dibilang mirip panda, bulet? Saya kan gak bulet *siul2 sumbang.

Tapi sekarang gw tau persamaan gw sama panda. Kami memiliki determinasi kuat. Yeah right, hell yeah baby, determination is our similarity. Sebenernya panda itu hewan karnivora. Tapi dia makan bambu. Kenapa? Simply because they like bamboo. As simple like that. We both love simplicity for sure.

Dan karena pada kodratnya si panda itu hewan karnivora yang memaksakan makan bambu, akhirnya dia sering mengalami masalah pencernaan. Dan untuk melengkapi nutrisinya dia tetap dikasih telur, daging dan biskuit formula. Dan tubuhnya sendiri mengalami evolusi, karena akhirnya di telapak tangannya mulai terlihat seperti bakal jari baru. Dan diduga bakal jari itu tumbuh untuk membuat si panda lebih mudah dalam mengambil bambu.

Tuh kan, determination could change everything. God will be touched by our determination, right?

Go panda go!!!

Monday, December 6, 2010

in the name of love and motherhood not heaven


Okay,it's not a secret anymore that I hate people who do things and expect to go to heaven. I mean, where's the sincere they always talk about? "Kita harus ikhlas", "Kalau mau ibadahnya diterima harus ikhlas". Ikhlas darimane kalo nyepet2 surga muluuuuu???

Dimulai dari seorang teman yang menyuruh gw baca blog temennya. Yang sebenernya males banget gw lakukan, karena setiap gw baca blognya pasti gw nemu aja pembahasan dia yang bikin gw bete atau males. Tapi karena kemarin gw lagi bener2 gak ada kerjaan. Berita di kompas dan detik lagi gak oke, komik lagi gak ada yang baru, akhirnya gw bukalah blog temennya temen gw itu, dan jeng jeng jeng...

Dia ngomongin pahala2 dan janji2 Allah SWT kepada seorang ibu yang menyusui, hamil dsb. Tiap tetesan ASI itu pahalanya apa, trs pahala istri yang buatin masakan buat suami apa, pahala istri yang mencucikan pakaian suami pahalanya apa, dsb. Trus dia pake nulis, "kata siapa wanita gak dimuliakan oleh Allah"

Cuih pret, bisa aja ngomong. Kalau nanti suaminya selingkuh, dia juga bakal misuh2 dan gak bakal inget sama pahala2 itu, tetep nangis2 juga, banyak lagaaaaaak....

Coba deh tanya sama ibu kalian masing2, apakah mereka pernah perhitungan sama pahala pas ngurusin kalian? Pasti nggak kan, pasti udah reflek aja ngurusin keluarga, udah reflek bangun lebih pagi, siapin sarapan, bebenah rumah, dll. Mana kepikiran tiap tetep ASInya bernilai berapa di mata Tuhan, mana kepikiran pahala nyuciin baju suami dan anak2nya berapa, mana kepikiran? They do it just because they love their family. That's it, as simple like that.

Gw yakin nyokap gw gak mikirin apa2, pas ngalah ngasih lauk yang gw dan abang gw suka banget kecuali supaya anaknya makan lebih banyak, biar lebih sehat. Gw yakin nyokap gw gak mikirin apa2 pas harus bangun pagi buat nganterin gw sekolah dan nganter jemput gw pas les pas keluarga gw gak punya supir lagi kecuali cara aman anaknya nyampe sekolah. Gw yakin nyokap gw gak mikir apa2, pas dia hamil selain pengen anaknya lahir dengan selamat dan sehat. Gw yakin nyokap gw gak mikirin apa2 pas nyuci baju bokap, gw dan abang gw selain misuh2 "koq bisa kotor banget gini?". Gw yakin nyokap gw gak mikirin apa2, pas nyiapin makan buat keluarganya selain harus sesuai dengan anggaran yang dikasih bokap gw, harus sehat, dan enak.

Hey kamu, yang perhitungan sama Tuhan, harusnya kamu malu sama ibu kamu sendiri, dan seluruh ibu diseluruh dunia...

Eat that, suckers!

Tuesday, November 9, 2010

Secret Garden...

Gw gak lagi mau ngomongin buku berjudul Secret Garden yang akhirnya berhasil gw tularkan ke temen gw si Ramulskie, dan kemudian dia tularkan lagi ke temennya yang lain. Gw gak mau ngomongin lagu dengan judul yang sama. Gw cuma mau ngomongin kenangan masa kecil gw dulu yang sangat sangat indah.

Saat gw tinggal di daerah dengan nama Kebon Sereh atau Pisangan Baru, daerah di deket Jatinegara. Deket rel kereta api. Untungnya rumah gw jauh dari rel, jadi gak ngerasa berisik tiap ada kereta lewat, tapi deket banget sama tempat pembuangan sampah, dan jalan raya tempat suci para pecinta tawuran buat ngebacok orang pake golok atau sekedar mistar atau nimpukkin batu ke bis.

Pisangan Baru Timur No. 6. Itu dia rumah yang gw tinggalin dari umur gw dua tahun sampai kelas empat esde. Deket banget sama SD gw, tinggal nyebrang, nyampe. (Yep itu berarti SD gw deket sama tempat pembuangan sampah dan deket tempat pembantaian yang dilakukan oleh pelajar sebuah STM ternama dalam masalah tawuran. Jadi kalau kalian liat ada coret2an "Bonser", yeah itu STM tempat gw main basket pas hari minggu dulu)

Dan dulu internet gak ada, komputer masih DOS dengan mainan tembak2an atau nyuruh kodok nyebrang jalan, nitendo, sega atau super nitendo hanya dimiliki oleh orang kaya, membuat anak-anak SD dulu sering berkumpul di lapangan dekat rumah untuk main bentengan, galaksin atau sekedar main sepeda. Dan disana gak ada rerumputan yang hijau, permadani yang terbuat dari bunga, but that was my secret garden...

Deket rumah gw dulu itu ada lapangan badminton yang digabung sama lahan parkir buat penduduk komplek yang gak punya garasi. Tempat main satu komplek gw dulu. Tiap sore gw pasti kesana dan pulang setelah dijemput oleh si asisten rumah tangga sebelum magrib. Deg2an takut ketauan pas main petak umpet, gocek2an pas main galaksin, berlari sekencang2nya pas main bentengan atau saat dikejar anjing herder punya salah satu anak komplek (yeah, ive been there).

Kenangan yang gw inget tentang lapangan itu cuma betapa asiknya lari di bawah terpaan matahari, gak kepikiran kanker kulit apalagi sekedar kulit menghitam, napas yang memburu dan kemudian diikuti dahaga luar biasa yang kemudian disembuhkan oleh es teh manis yang dijual 50 perak per plastik, gelak tawa dan canda riang teman-teman, dan kemudian ditutup oleh panggilan pulang saat langit mulai lembayung kelam menandakan senja akan segera berganti malam.

Gw udah gak pernah kesana lagi. Terakhir gw kesana pas SMA, dan ternyata temen2 gw udah pada pindah. Ada yang overdosis, ada yang dipenjara karena ketauan jadi pengedar, ada yang kakak2nya pada meninggal karena sakit, semua hilang.

Masa depan emang gak ada yang tahu yah...

Cuma satu yang gw yakin, pada saat kami berkejar2an di tanah lapang itu gak ada yang kepikiran bahwa hidup itu keras, nyari kerja dan nyari uang itu susah. Dan gak ada yang kepikiran pemerintahan Orde Baru bisa terguling. Dan yang pasti gak ada satupun yang berpikiran untuk mati overdosis atau jadi pengedar. Gak ada yang kepikiran akan mati muda, gak ada yang kepikiran akan kehilangan beberapa saudara kandung. Otak dan dada kami masih dipenuhi harapan dan mimpi, cita2 menjadi dokter atau tukang insinyur mungkin? Dan gw sendiri saat SD sedang bercita2 menjadi astronot (dan dengan bodohnya percaya sama komik Asari Chan yang bilang makanan astronot itu segala jenis susu, buah dan sayur yang diblender)

Perasaan yang ada saat berada disana hanya kebahagiaan berlari di bawah terik mentari dan dibasuh oleh peluh sertad ditemani oleh tawa para teman.


Gw pengen, sekali lagi, mengulang satu hari saja bermain disana...

Tuesday, October 26, 2010

Sejuta hujan badai untukmu, Jakarta...


Yep kemarin yang merupakan hari ulang tahun dari salah satu kolega saya, si mas Seno, dan ulang taun dari ibu teman dekat saya di kantor, dan merupakan salah satu hari paling menyebalkan untuk penduduk ibukota Jakarta Raya ini. Digempur hujan, diganjar angin kencang, membuat jalanan di kota Jakarta banyak yang tergenang. Efeknya? Banjir dimana2, dan macet dimana2...

Saya mah gak napsu ngomongin kinerja si pak gubernur yang terkesan amat lelet dalam penyelesaian masalah, polemik yang menimpa kota Jakarta. Cuma mau bilang, tadi malam bulannya bagus bangeeeeeet...

Hujan deras yang membersihkan langit membuat bulan terlihat sangat sangat cemerlang. Tanpa bintang sama sekali, hanya dibungkus kelamnya malam. The lonelisome of its solitude just so stunning and blinding... Setelah sampai rumah dan selesai mandi, saya duduk2 di dekat atap menatapnya tanpa henti sampai kantuk mulai menyerang. I feel you, buddy...


Seperti kataku dulu, langit selalu mengingatkanku padamu...

The Moffatts, yeah yeah yeahhhhh

Yep, last weekend I relistened all my cassettes, bringing back all of the memories. When I had kind-of-first love on Junior High School, then he broke my heart, then I listened to Offspring over and over again. Kenapa Offspring? Karena gw baru beli kaset itu, hahaha... Inti lagunya gak sesuai dengan perasaan gw saat itu, tapi... dengerin lagu Offspring cukup membuat gw pengen nonjok orang saat itu, and that was what I needed. I hate you, two-timer...............

Then I found a hidden treasure,
my cassettes of...
The Moffatts.

Sekali lagi saudara2,

THE MOFFATTS!!!



Jadi inget saat gw berantem sama temen gw yang suka sama Nirvana dan ngejek2 The Moffatts. Gw tau sih Nirvana dan The Moffatts itu gak bisa dibandingin, tapi atas nama harga diri dan gengsi, gw nyela2 Nirvana, dan membela The Moffatts abis2an, yeah I know I was idiot, completely idiot. Bandingin kedua band itu aja udah tergolong dosa besar. Tapi ngina Mopet depan muka gw itu sama aja ngelempar lumpur ke muka gw. Menyinggung harga diri gw yang udah tinggal sekedarnya.

Gw punya kaset yang mereka masih pada kecil, piyek2, pitik2, yang suaranya aja cempreng, lagunya kekanakan, tapi gw suka banget sama salah satu lagu disitu yang berjudul. When God Made You.

When we're surrounded by a world that's slowly sinking
Your gentle eyes and loving smile make me forget
Though you're only flesh and blood,
I can't help thinking
If you have a flaw, I haven't found it yet
When God made you, He had something else in mind
When God made you, He took a little extra time

Dan terus gw suka banget sama album terbaru dan terakhir mereka yang berjudul Submodallities. Musik mereka udah gak kekanakan lagi. Tapi dulu itu mereka mau lagu mereka diproduseri oleh Dave Ghroll, tapi ditolak sama Dave karena dia bilang dia gak pernah denger The Moffatts. Ikh gak gaul yah, masa mopet aja gak tau...

Eniwei enihau enihu... Single dan video klip pertama mereka dari album baru itu, Bang Bang Boom, sempet bikin gw deg2 ser, gimana nggak, banyak adegan anonoh, orang ciuman, pelukan dan mandi bareng. Sebagai anak SMP yang polos dan lugu, adegan itu kan cukup bikin gw sport jantung. Kalo sekarang sih ngeliatnya cuma komentar "Yaelah gitu doang"

Muahahaha, kalo menurut istilah si ramulskie gw kena degradasi akhlak. Inget ye Tih, disini gw juga victim.

He's running, and she's walking behind
She's trying, but she's the last in his line
Her love's dying but she keeps on trying
She lives in fear with a love that's clear
(She's walking behind)
She's got love that she needs to give,but he's afraid to let her in
To his world with no together,he can't see her in his picture
He wants love but his heart won't let him let her in
She's walking behind