Thursday, March 22, 2012

For Hasief Ardiasyah

Dear Hasief,
Before I start, I need to warn you that I'm not kind of writer nor a poet. So I'm not quite good in arranging words, both in Indonesian and English, so you've been warned yah...
Your latest post in Tumblr touches me, a lot. And your words inspired me to post something here somehow. If words could kill, you could murder me over one or two conversations. Maybe I would fall for you completely or maybe I will think "you're a freaky and creepy geek".
Where do I have to begin? I never meet you in real life. I just read your tweets each and every day. Sometimes you retweeted me, I don't know, about two or threet imes maybe? And maybe you haven't noticed me until now.
And to be honest, I never thought of meeting you or even talking to you, well, before I read your latest post. But now, after I read it, I want to meet you personally. Well now I bet you think I'm a pathetic looney or kind of psycho who will found dead alone with a cat.
Well, it's just that I always thought you're a music freak who drinks Coke and Ovaltine all the time, loves banana (since all your bagels always have banana inside). But now your post shows the romantic and cheesy side of you. Cool and mysterious guy is so last decade, now is the era of cool and romantic guy.
Back to the topic, your lines impressed me a little bit, and it got me thinking. Not about you, or about me but Future Us-to-be. Err wait, does it scare you? By "Us", I don't really mean to refer to you and me, but someone and me.
But thanks to you Hasief, for inspiring me in my hectic day to be romantic even just for a little bit.


And thanks to you for inspiring me to skip breakfast and lunch just to have a box of cold Ovaltine. You ruin my diet to lose some weights.

Sunday, March 4, 2012

Donggi, Central Sulawesi


With birds I'll share this lonely view...
(RHCP, Scar Tissue)

Friday, March 2, 2012

fur dich, Adia

I know I did something so miserable
I know I did something so unforgivable
I know I said something so unforgettable
But would you forgive me?

I know my weakness is undeniably wrong
I know it deserves no generous mercy
I know that I let you down, in every possible way
But would you forgive me?

It's hard anytime I think of you
Make me barely breathing
But I love you
and I miss you

Yes I know it's just too late...

Tuesday, February 21, 2012

Not now but soon...

I tried my best to convince myself this is how my life rolls. Tried so damn hard to have faith in you, in me and even in God’s plan. Don’t people say everything happened for a reason? If it’s true, so this is one of God’s insane plan for me, right? And as we all know, God is the best scriptwriter, the best architect. So who the hell am I to say God’s plan is wrong?

I could only tell myself, maybe this is the best time to learn about ikhlas, and to forgive. Maybe I should learn about it in a hard way.

Crap. Crapity crap.

I have nothing else to say. Paulo Coelho once said writing is the best way to empty his mind and fulfill his heart. But it turns out it doesn’t work for me. After a few months hiatus, this is all I can write. I have many things to say, but I don’t know how to say it. I can’t find the right word to depict how I feel right now.


I just have to hold on, right? Hold on, waiting for the help that is on the way.


The worst part is I don't know that holding on is hard, this hard...


Not now but soon, the most beautiful light will wake us to pillow fighting excitement

(Imogen Heap, Not Now but Soon)

Friday, January 27, 2012

L'Arc~En~Ciel hits Jakarta! (Finally, at last)

Oh crap, it's such a dream comes true. L'Arc~En~Ciel is about to hit Jakarta on May 2! Woohoooo.


Jadi inget pertama kali suka sama band ini pas jaman SMP. Gw kenal band ini karena mereka mengisi sontrek dari Samurai X (Rurouni Kenshin). Dan walaupun gw gak ngerti liriknya (boro2 ngerti, nangkep liriknya aja kagak), gw jatuh cintrong abis2an sama band ini. Dan mulailah kecintaan gw terhadap J-music. Dan sayangnya jaman SMP itu mereka belum tersohor kyaq sekarang. Jadi gw gak ngerti musti dapetin lagunya darimana. Dan gw juga dikatain freak karena suka sama mereka. Dikatain Otaku-lah, as if they know the meaning of Otaku. Gw mah belum ada setengah2nya Otaku, gw masih kurang maniaaaak...


Terima kasih kepada MTV pada jaman gw SMA yang menayangkan video clip mereka yang Ready Steady Go dan Hitomi no Juunin. Yang bikin virus J-music mewabah di Indonesia. Yah walaupun bikin alay2 harajushit sok2 ngerti musik jepang, dan sok2 suka. Padahal yang mereka tau juga cuma beberapa lagu. Yang konyolnya lagi, sok2 suka J-music, tapi yang mereka tau cuma Laruku. Cih, sok tau tingkat ASEAN banget.


Tapi berkat mewabahnya virus J-music, pas SMA, gw nemu kaset mereka, SMILE. Eh ini gw bukannya mau ngikutin si Marissa Haque yah, tapi emang judul albumnya SMILE. Dan gw langsung dengerin begitu sampe rumah, dan gw nangis pas denger lagu Feeling Fine. Ngerti liriknya Ras? Kagak. Tapi gak tau kenapa, gw nangis aja gitu pas denger lagunya.


Dan akhirnya, bagai pucuk dicinta ulam tiba (ulam apaan sih btw?), ada beberapa temen SMA gw yang suka sama L'Arc~En~Ciel, dan akhirnya gw bisa dapet file MP3 mereka, dan akhirnya gw punya Flower, Driver's High, 4th Avenue Cafe (their first song that I fall for), dan hits2 mereka. *nangis terharu


Gw makin suka sama band ini. Jatuh cinta sejadi2nya. Walaupun pas jaman kuliah, sekali lagi gw menjadi freak yang suka sama band ini. Tapi pas jaman kuliah juga, gw pacaran sama si Shining Light yang sangat sangat sangat suka L'Arc~En~Ciel. Dia lebih freak dari gw, eye for eye, freak for freak (peribahasa ngaco).


Dan akhirnya pas kerja, ada beberapa orang yang freak banget sama lagu Jepang, dan akhirnya gw jadi bisa melengkapi seluruh album L'Arc~En~Ciel. Booyaaaah... Maaf agak terlalu heboh, terlalu recet, tapi tapi tapi maklumin yah, ini kita lagi ngomongin L'Arc~En~Ciel.


Dan penjualan tiket dimulai besok. Dan gw kyaqnya bakal beli yang VIP package yang terdiri dari tiket Premium festival (850ribu), ditambah dengan official merchandise dan bisa masuk duluan, jadi totalnya 1,2 juta. Mati, alamat puasa dan megap2 ngatur keuangan. But bloody hell, ini kita lagi ngomongin L'Arc~En~Ciel!

Ah akhirnya gw bisa menghirup udara yang sama ama mereka...

Gak sabar nunggu tanggal 2 Mei!!!!

Tuesday, January 24, 2012

Chrisye - Kala Sang Surya Tenggelam

Surya tenggelam,

ditelan kabut kelam

Senja nan muram

di hati remuk redam


Malam mencekam,

rembulan sendu rawan

Anak perawan

menanggung rindu dendam


Jalan berliku

dalam kehidupan

Dua remaja kehilangan

penawar rindu, kasih pujaan

Menempuh cobaan

Saturday, December 10, 2011

Why women can't read maps?

Okeh, ini bukan cuma pengen ceritain kebodohan gw dalam baca peta. Iyah, gw gak bisa baca peta. Gw sadar gw gak bisa pas jaman SMA, tepatnya kelas tiga. Jaman disuruh jadi panitia buat pensi taunan, pas gw ditunjuk sebagai humas. Keren yeh kedengerannya? Beneran nggak koq. Pas deket2 acara jadi sering bolos buat promosiin sambil jualan tiket pre-sale ke sekolah2 dan kampus2. Nempel2in poster di berbagai tempat. Gw tempelin di tempat sewa komik langganan gw, tempat makan langganan gw pas abis minjem komik.

Dan pada suatu siang, gw dan partner gw, sebut saja namanya Padang. Because he is a padang, the most padang of all padang at school pokoknya. Kita berdua kebagian buat wilayah Jakarta Utara. Oh iya, ada satu guru yang ijinin anak2nya bolos untuk kepentingan acara, yaitu guru Ekonomi. Sounds nice yah? Gak juga. Nilai harian (tugas, presentasi dan quiz yang hampir tiap minggu) itu harus rata2 diatas delapan. Agak jibaku buat dapetin nilainya. Terus si Padang? Dia duduk pas belakang gw, jadi tinggal nyontek. Kampret abis emang tuh bocah. Padahal jaman SD-SMP lucu dan kiyut, begitu SMA koq jadi bengal yeh?

Enihu... Setelah dapet ijin buat bolos pelajaran Ekonomi, kita berdua meluncur ke Jakarta Utara. Dan inilah percakapan pas di mobil:

Padang: Lo tau jalan gak?
Gw : Gw gak pernah sentuh daerah Utara
Padang: Di belakang ada peta, bisa baca?
Gw: Nggak
Padang: Najis lo, sampah abis. Gw yang nyetir, gw yang musti cari jalan dan gw jg yang musti baca peta. Gak guna
Gw: Tapi gw beliin bensin kan?

Hening...

Dan kemarin kejadian gw gak bisa baca peta dan buta arah kembali menjadi masalah. Gw janjian sama temen SMA gw, Arin. Kita janjian ketemu di Hongkong Cafe (Toastnya enak, sumpah). Dan setelah ngobrol ngalor ngidul sangat tidak penting, kita memutuskan nonton di Djaktet. Udah capek2 cari parkir yang sumpah penuh pol, ternyata kita ketinggalan. Dem. Dan akhirnya si Arin punya ide untuk cari tempat nonton yang lain.

Arin: Yas, gimana kalo kita ke TIM atau megaria
Gw: Bebas aja, gw bisa2 aja
Arin: Oke, jadi enakan ke mana?
Gw: Deketan mana?

Hening...

Arin: Kita duduk dulu yuk, koq tiba2 gw blank
Gw: Sama (tapi gw sih gak tiba2)
Arin: Oke, kalo ke TIM, kita lewat tugu tani
Gw: Oke
Arin: itu lewat mana?
Gw: Gak tau, lo sebut tugu tani, yang ada di otak gw cuma tugu taninya doang
Arin: (beberapa menit kemudian) ih kita koq tolol banget, kan tinggal lewat sabang terus lurus aja
Gw: Oh iya (sok tau, pdhal masih gak ada bayangan, selain bayangin tugu Tani dan rumah makan di sebelahnya)
Arin: Kalo megaria?
Gw: Muter di bunderan HI trs diponegoro, nyampe (rute pulang jaman pujitsu)
Arin: Oke, TIM aja deh

Begitu sampe Sabang.

Arin: Yas, ini kita kemana?
Gw: Lurus aja (sok tau, gw cuma patokan sama dia yang bilang dari sabang lurus terus bakal sampe tugu tani)

Why women cant read maps yah? It sucks. I mean, I want to be out there then feel no afraid and no worry I will get lost just because I don't know the way back home. I want to see the sun and know where is north, then I can find my way home. I know God by His own thought and consideration created women with all their strengths and weaknesses, and one of the weakness is can't read maps. Well at least, I have many strengths to make me could afford taxi, fufufu...

Dan akhirnya setelah kelewatan dan harus muter agak jauh, nyampe jugalah kita berdua di TIM. Dan ternyata tetep ketinggalan film yang pengen dia tonton, tapi karena gak rela perjuangan kita berakhir gitu aja, akhirnya memutuskan nonton Machine Gun Preacher. Bagus? Gak juga, standar. Ide ceritanya bagus padahal, tapi plot, akting dan skenarionya cupu banget, parah. Dem yu Miki dan Dinski yang bilang film ini bagus. Sayang, coba kalo digarap dengan lebih serius, film ini bisa bagus.

Dan yang bikin bete lagi, film ini kebanyakan ngumbar F word. Berasa nonton film jaman dulu. Dulu jaman SMA, entah kesambet apa, guru gw ada yang nyuruh sekelas buat nonton film pendidikan gitu di ruang AV (audio visual yeh, bukan adult video). Film indonesia. Tentang narkoba dsb, bahayanya dsb. Jadi yang disorot adalah anak2 bandel yang akhirnya terjerumus. Tapi konyolnya, ngumbar banyak banget kata "anjing". Dan akhirnya, gw dan beberapa temen gw yang duduk di pojok belakang, ketawa tiap ada yang ngumpat "anjing"

As a girl who born and raised in Jakarta, gw tau mana orang yang biasa ngomong anjing dan nggak, ngahahaha.

Yes, I'm proud to be "anak kota Jakarta". At least I don't need to be social climber just to be considered as one.