Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Sunday, April 28, 2013

Billy Joel, The Longest Time

Oh, oh, oh
For the longest time
Oh, oh, oh
For the longest time
If you said goodbye to me tonight
There would still be music left to write
What else could I do
I'm so inspired by you
That hasn't happened for the longest time

Once I thought my innocence was gone
Now I know that happiness goes on
That's where you found me
When you put your arms around me
I haven't been there for the longest time

Oh, oh, oh
For the longest time
Oh, oh, oh
For the longest time
I'm that voice you're hearing in the hall
And the greatest miracle of all
Is how I need you
And how you needed me too
That hasn't happened for the longest time

Maybe this won't last very long
But you feel so right
And I could be wrong
Maybe I've been hoping too hard
But I've gone this far
And it's more than I hoped for

Who knows how much further we'll go on
Maybe I'll be sorry when you're gone
I'll take my chances
I forgot how nice romance is
I haven't been there for the longest time
I had second thoughts at the start
I said to myself
Hold on to your heart
Now I know the (wo)man that you are
You're wonderful so far
And it's more than I hoped for

I don't care what consequence it brings
I have been a fool for lesser things
I want you so bad
I think you ought to know that
I intend to hold you for
The longest time

Friday, April 5, 2013

Perjuangan Untukmu

Saya baru saja menemukan blog bagus. Blog yang entah sudah berumur berapa tahun, dan baru saya baca sekitar dua halaman, dan saya pun baru membaca sekilas, belum meresapi semua kata, kalimat bahkan tanda baca yang ada di sana. Tapi saya langsung jatuh hati terhadap tulisannya. Topiknya ringan (sejauh yang saya baca), terlihat bahwa ia memilih kata-kata, penempatan tanda baca dengan seksama. Bukan hanya asal tulis, hanya sekedar meluapkan apa yang ada di otaknya pun hatinya.

Kalau ada yang mau coba membaca, silakan baca ini.

Dan dari membaca salah satu tulisan dia, saya jadi memikirkan satu hal. Dalam suatu hubungan, kita biasa memulai dengan rasa suka. Bermula dari rasa kagum yang kemudian diperdalam dengan rasa sayang, dilanjutkan dengan penegasan melalui rasa ingin memiliki. Kemudian, ketika hubungan sudah terjalin. Setelah beberapa lama, setelah kurun waktu tertentu, rasa sayang itu terlupakan. Mungkin kita melanjutkan hubungan karena ada rasa ketergantungan", yang kemudian akhirnya hanya menjadi "kebiasan".

Terbiasa dengan SMS ucapan selamat paginya, atau terbangun dengan suara seseorang membangunkan kita melalui ponsel. Terbiasa dengan keberadaan dirinya yang selalu terjangkau oleh kita. Rasa sayang atau cinta bukan tidak mungkin akan memudar. Tapi apakah setelah itu kita akan menyerah? Menghentikan hubungan itu di tengah jalan? 

"Apakah jika saya tidak mencintai kamu lagi, kamu akan berhenti memperjuangkanku?"

Bukankah hubungan itu adalah hasil perjuangan? Perjuangan mendapatkan dan juga perjuangan mempertahankan.

Dan mempertahankan itu bukan hanya mempertahankan orang itu saja, tapi mempertahankan perasaan kita sendiri, agar tak terkikis seiring berjalannya waktu.

Friday, January 4, 2013

ingatan dan kenangan

Tidak kau sesalkan
namun kau ingkari

Tidak kau lupakan
hanya sedang diusahakan

Senista itukah
arti hadirku bagimu
saat itu?

Serendah itukah
diriku di matamu
saat ini?

Ya, di matamu
Mata yang dulu penuh rindu
Penuh kasih dan cinta
Dulu begitu teduh
pun sangat sendu
saat memandangku

Bagimu
aku adalah kesalahan
di masa lalu

Bagiku
kamu adalah kenangan fana
dan semu

Saya menulis kata- kata diatas beberapa bulan yang lalu. Menulisnya di ipod, mengeditnya beberapa kali. Menambahkan beberapa kata, mengurangi kata- kata tanpa makna. Sampai akhirnya selesai pada September 2012. Ya sama seperti kebanyakan penulis, setiap tulisan yang saya buat selalu terasa kurang sempurna sebanyak apapun saya mengubahnya, seberapa seringnya saya memperbaikinya. Sekarang saja masih ingin saya perbaiki, saya masih merasa kata- kata itu butuh banyak polesan. 

Kenapa saya keluarkan sekarang? Yah yang pertama karena saya sudah lama tidak menulis blog lagi. Padahal tiap malam kepala saya penuh ide tentang apa yang harus saya tulis disini. Namun karena ada beberapa hal, saya urung melakukannya. Atau saya tuliskan di blog saya yang lain. Atau sama seperti ini, saya menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan tulisan ini. 

Seperti apa waktu yang tepat? Tidak ada rumusan pasti, tidak ada teori pasti. Hanya hati saya mengatakan bahwa sekaranglah saatnya. 

Siapapun yang membaca tulisan ini, orang yang saya kenal ataupun tidak, orang yang terlibat langsung maupun tidak, saya hanya ingin kalian tahu bahwa masa lalu tidak bisa dihapus. Kenangan itu akan hilang, dalam iringan jalannya waktu. Satu persatu. Tanpa ada ampun. Walaupun ada beberapa ingatan yang mungkin mengerak dalam pikiran dan hatimu, suatu saat nanti waktu akan mengikisnya. Kenangan mungkin hilang, namun fakta bahwa sesuatu telah terjadi tidak dapat dihapuskan.

Teman dan musuh ingatan adalah waktu. 

Sunday, October 10, 2010

the perfect time

I don't think the question "where have you been?" is appropriate being used in love. You know, when you know someone for a long time, and never in love with her/him for a couple of years, then in a blink of an eye, you start to love her/him. And maybe when you told about this, you will be asked, "where have you been?"

Love is waiting for the perfect time, isn't it?

Kenapa gw tiba2 ngomongin hal cheesy dan corny dan trashy dan silly ini? Barusan gw iseng baca buku diary gw dan temen2 deket gw jaman SMA. Buku bergambar karakter2 dari Moomin, komik strip dari salah satu negara di eropa. Dan disitu ada cerita tentang temen gw, sebut saja namanya Mawar yang ngomongin salah satu cowok yang dia anggap paling lumayan di ekskul dia. Dia bilang "Gak ganteng sih, tapi dia yang paling mendingan dibandingin yang lain"

Dia nulis itu pas kelas satu SMA. Dan apakah mereka jadian saat SMA? Nope. Si kakak kelas yang paling mendingan itu entah jadian sama siapa aja pas SMA, dan temen gw sendiri dua kali ganti cowok sepanjang SMA. Pertama sama kakak kelas pas kelas satu, pacaran cuma sekitar sebulan, terus putus. Dan kemudian pacaran sama temen sekelas, gak nyampe setaun dan kemudian putus. Dan gak berapa lama, dia jadian sama anak sekolah lain, dan mereka pacaran sampe 4-5 tahun.

Dan kemudian mereka putus. Dan akhirnya tanpa disangka2, setahun belakangan ini dia jadian sama si kakak kelas paling mendingan yang dia omongin pas kelas satu SMA. Amazing, eh?

Dan temen gw yang lain komentar "Kyaq JLo dan Marc Anthony"

dan membuat gw bertanya2, kenapa disamainnya sama mereka. Apakah karena si Marc itu kakak kelas JLo pas SMA, mereka satu ekskul dulunya, atau gimana? Dan jawaban temen gw sederhana "Mereka udah kenal dari video klip No Me Ames, dan nikahnya setelah beberapa tahun kemudian"

Dan berhubung gw baru baca ulang Harry Potter, gw juga mau nyelipin kisah Harry Potter dan Ginny Weasley. Mereka kenal sejak tahun pertama Harry, Harry mengenal dia sekilas sebagai adik sahabatnya, Ronald Weasley. Dan kapan mereka mulai saling suka? Saat tahun keenam, saat Harry sebelumnya naksir sama Cho Chang, dan Ginny beberapa kali pacaran sama orang lain. It takes six years to make you love someone sometimes.

Sama seperti saat gw pacaran sama Sakana-sama dulu pas jaman SMA sampe kuliah. Kita berdua satu sekolah dari SMP, sampe SMA. Dan kemudian jadiannya pas kita kelas 3 SMA. Atau saat gw pacaran sama temen kecil gw, tetangga gw jaman masih kecil dulu. Dan temen gw pernah bilang "Kemane aje lo berdua?", pertanyaan yang waktu itu gak bisa gw jawab. I didn't have the answer. But now, I can tell I do.

Sometimes love should wait, wait for the perfect time. Sometimes love ask you to wait, til the perfect time. Perfect love doesn't only require a perfect couple, but also perfect time to make it perfectly happen.

And you know what, sometimes perfect love doesn't have to last forever.