Tuesday, October 26, 2010

Sejuta hujan badai untukmu, Jakarta...


Yep kemarin yang merupakan hari ulang tahun dari salah satu kolega saya, si mas Seno, dan ulang taun dari ibu teman dekat saya di kantor, dan merupakan salah satu hari paling menyebalkan untuk penduduk ibukota Jakarta Raya ini. Digempur hujan, diganjar angin kencang, membuat jalanan di kota Jakarta banyak yang tergenang. Efeknya? Banjir dimana2, dan macet dimana2...

Saya mah gak napsu ngomongin kinerja si pak gubernur yang terkesan amat lelet dalam penyelesaian masalah, polemik yang menimpa kota Jakarta. Cuma mau bilang, tadi malam bulannya bagus bangeeeeeet...

Hujan deras yang membersihkan langit membuat bulan terlihat sangat sangat cemerlang. Tanpa bintang sama sekali, hanya dibungkus kelamnya malam. The lonelisome of its solitude just so stunning and blinding... Setelah sampai rumah dan selesai mandi, saya duduk2 di dekat atap menatapnya tanpa henti sampai kantuk mulai menyerang. I feel you, buddy...


Seperti kataku dulu, langit selalu mengingatkanku padamu...

The Moffatts, yeah yeah yeahhhhh

Yep, last weekend I relistened all my cassettes, bringing back all of the memories. When I had kind-of-first love on Junior High School, then he broke my heart, then I listened to Offspring over and over again. Kenapa Offspring? Karena gw baru beli kaset itu, hahaha... Inti lagunya gak sesuai dengan perasaan gw saat itu, tapi... dengerin lagu Offspring cukup membuat gw pengen nonjok orang saat itu, and that was what I needed. I hate you, two-timer...............

Then I found a hidden treasure,
my cassettes of...
The Moffatts.

Sekali lagi saudara2,

THE MOFFATTS!!!



Jadi inget saat gw berantem sama temen gw yang suka sama Nirvana dan ngejek2 The Moffatts. Gw tau sih Nirvana dan The Moffatts itu gak bisa dibandingin, tapi atas nama harga diri dan gengsi, gw nyela2 Nirvana, dan membela The Moffatts abis2an, yeah I know I was idiot, completely idiot. Bandingin kedua band itu aja udah tergolong dosa besar. Tapi ngina Mopet depan muka gw itu sama aja ngelempar lumpur ke muka gw. Menyinggung harga diri gw yang udah tinggal sekedarnya.

Gw punya kaset yang mereka masih pada kecil, piyek2, pitik2, yang suaranya aja cempreng, lagunya kekanakan, tapi gw suka banget sama salah satu lagu disitu yang berjudul. When God Made You.

When we're surrounded by a world that's slowly sinking
Your gentle eyes and loving smile make me forget
Though you're only flesh and blood,
I can't help thinking
If you have a flaw, I haven't found it yet
When God made you, He had something else in mind
When God made you, He took a little extra time

Dan terus gw suka banget sama album terbaru dan terakhir mereka yang berjudul Submodallities. Musik mereka udah gak kekanakan lagi. Tapi dulu itu mereka mau lagu mereka diproduseri oleh Dave Ghroll, tapi ditolak sama Dave karena dia bilang dia gak pernah denger The Moffatts. Ikh gak gaul yah, masa mopet aja gak tau...

Eniwei enihau enihu... Single dan video klip pertama mereka dari album baru itu, Bang Bang Boom, sempet bikin gw deg2 ser, gimana nggak, banyak adegan anonoh, orang ciuman, pelukan dan mandi bareng. Sebagai anak SMP yang polos dan lugu, adegan itu kan cukup bikin gw sport jantung. Kalo sekarang sih ngeliatnya cuma komentar "Yaelah gitu doang"

Muahahaha, kalo menurut istilah si ramulskie gw kena degradasi akhlak. Inget ye Tih, disini gw juga victim.

He's running, and she's walking behind
She's trying, but she's the last in his line
Her love's dying but she keeps on trying
She lives in fear with a love that's clear
(She's walking behind)
She's got love that she needs to give,but he's afraid to let her in
To his world with no together,he can't see her in his picture
He wants love but his heart won't let him let her in
She's walking behind

Sunday, October 10, 2010

the perfect time

I don't think the question "where have you been?" is appropriate being used in love. You know, when you know someone for a long time, and never in love with her/him for a couple of years, then in a blink of an eye, you start to love her/him. And maybe when you told about this, you will be asked, "where have you been?"

Love is waiting for the perfect time, isn't it?

Kenapa gw tiba2 ngomongin hal cheesy dan corny dan trashy dan silly ini? Barusan gw iseng baca buku diary gw dan temen2 deket gw jaman SMA. Buku bergambar karakter2 dari Moomin, komik strip dari salah satu negara di eropa. Dan disitu ada cerita tentang temen gw, sebut saja namanya Mawar yang ngomongin salah satu cowok yang dia anggap paling lumayan di ekskul dia. Dia bilang "Gak ganteng sih, tapi dia yang paling mendingan dibandingin yang lain"

Dia nulis itu pas kelas satu SMA. Dan apakah mereka jadian saat SMA? Nope. Si kakak kelas yang paling mendingan itu entah jadian sama siapa aja pas SMA, dan temen gw sendiri dua kali ganti cowok sepanjang SMA. Pertama sama kakak kelas pas kelas satu, pacaran cuma sekitar sebulan, terus putus. Dan kemudian pacaran sama temen sekelas, gak nyampe setaun dan kemudian putus. Dan gak berapa lama, dia jadian sama anak sekolah lain, dan mereka pacaran sampe 4-5 tahun.

Dan kemudian mereka putus. Dan akhirnya tanpa disangka2, setahun belakangan ini dia jadian sama si kakak kelas paling mendingan yang dia omongin pas kelas satu SMA. Amazing, eh?

Dan temen gw yang lain komentar "Kyaq JLo dan Marc Anthony"

dan membuat gw bertanya2, kenapa disamainnya sama mereka. Apakah karena si Marc itu kakak kelas JLo pas SMA, mereka satu ekskul dulunya, atau gimana? Dan jawaban temen gw sederhana "Mereka udah kenal dari video klip No Me Ames, dan nikahnya setelah beberapa tahun kemudian"

Dan berhubung gw baru baca ulang Harry Potter, gw juga mau nyelipin kisah Harry Potter dan Ginny Weasley. Mereka kenal sejak tahun pertama Harry, Harry mengenal dia sekilas sebagai adik sahabatnya, Ronald Weasley. Dan kapan mereka mulai saling suka? Saat tahun keenam, saat Harry sebelumnya naksir sama Cho Chang, dan Ginny beberapa kali pacaran sama orang lain. It takes six years to make you love someone sometimes.

Sama seperti saat gw pacaran sama Sakana-sama dulu pas jaman SMA sampe kuliah. Kita berdua satu sekolah dari SMP, sampe SMA. Dan kemudian jadiannya pas kita kelas 3 SMA. Atau saat gw pacaran sama temen kecil gw, tetangga gw jaman masih kecil dulu. Dan temen gw pernah bilang "Kemane aje lo berdua?", pertanyaan yang waktu itu gak bisa gw jawab. I didn't have the answer. But now, I can tell I do.

Sometimes love should wait, wait for the perfect time. Sometimes love ask you to wait, til the perfect time. Perfect love doesn't only require a perfect couple, but also perfect time to make it perfectly happen.

And you know what, sometimes perfect love doesn't have to last forever.